hermawan

Berpacu menjadi yang terbaik

PENGENDALIAN RAYAP TANPA MENGGANGGU SERANGGA LAIN

diposting oleh blog-fisip13 pada 25 December 2014
di Umum - 0 komentar

pengendalian rayap sampai kini dikerjakan dari bahan kimia. Pembasmiannya pun membutuhkan konsentrasi pada perlakuan kayu. Mengakibatkan, pembasmian hama rayap terkadang mengorbankan serangga lain dan merugikan sekitar termasuk juga manusia.

Peneliti dr Balai Litbang Biomaterial lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia (atau disingkat dengan LIPI, Dr. Sulaeman Yusuf, meningkatkan bahan obat anti rayap dari bahan alami, ramah lingkungan serta sangat selektif untuk melakukan perbaikan langkah pengendalian rayap.

" Bahan seperti ini membasmi spesial rayap, bukan membasmi serangga lain. Sampai kini dlm pengawetan kayu, kayunya yang diawetkan. Saat ini, serangganya saja yang kita kontrol, " tutur Sulaiman.

Menurut Sulaiman, anti rayap yang selektif dibutuhkan untuk mengecilkan dampak lingkungan pendendalian rayap. Selain itu, cuma sebagian type rayap saja yang sesungguhnya mengakibatkan kerusakan kayu serta bangunan.

Terdaftar, type rayap yang mengakibatkan kerusakan bangunan yaitu Coptotermes gestroi, C. curvignatus, Scedorhitotermes javannicus, Macrotermes gilvus, Microtermes spp. serta Cryptotermes cynocephalus.

Di antara sebagian spesies yang diketemukan di Negara kita, cuma 2 spesies yang menyerang bangunan, yaitu Coptotermes gestroi serta C curvignathus. Type C. gestroi yaitu yang paling mengerikan.

Untuk meningkatkan bahan anti rayap selektif, Sulaiman mengeksplorasi keanekaragaman hayati dinegara kita. Sebagian type tanaman serta jamur telah di telitinya.

Antirayap alami diambil lantaran juga dilihat lebih ramah pada lingkungan. Bahan kimia antirayap spesifik, seperti aldrin serta chlordan, merugikan kesehatan serta berbentuk karsonogenik.

Eksplorasi Sulaiman tunjukkan bahwa alam Indonesia nyatanya menaruh bahan antirayap alami. dr beberapa puluh type yang di teliti, ada 5 type yang efisien mengatur rayap.

5 type tanaman itu yaitu Bintaro (Carberra adollum serta Carbera manghas), Kecubung (Brugmansia candiida), Antiiaris toxicaria, Azadiracta nimba ato nimba serta tembakau (Niccotiana tabaccum).

Bahan aktif yang membunuh rayap pd type tumbuhan itu yaitu Azadirachtin pada nimba, Eugenol pada cengkeh, Certerin pd Bintaro serta nikotin pd tembakau. Bahan itu mengakibatkan kerusakan kulit serta lambung rayap.

" Kita bakal mencari lg bahan aktifnya hingga kelak dapat di produksi, " kata Sulaiman yang barusan dilantik juga sebagai profesor penelitian bagian biomaterial pada rabu (18/4/2012).

Menurut Sulaiman, bahan antirayap yang alami mungkin untuk di produksi. Terlebih, bahan alaminya sendiri ada melimpah di alam bumi kita. " Umpamanya bintaro, sangat banyak di tepi jalan, " tutur Sulaiman.

" Nanti kita mungkin saja dapat menghasilkan pestisida alami yang bebas berbentuk spray, seperti obat nyamuk, untuk mengatur rayap, " kata Sulaeman.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :